5 Tanda Stres Kerja yang Tidak Boleh Diabaikan
Ketika Tekanan Kerja Mulai Memengaruhi Keseharian
Stres sendiri merupakan respons alami tubuh ketika menghadapi tekanan atau situasi yang dianggap menantang. Dalam jangka pendek, respons ini dapat membantu seseorang tetap waspada dan menghadapi situasi yang dihadapi.
- Tubuh Terasa Lebih Mudah Lelah
Kelelahan setelah menyelesaikan pekerjaan merupakan hal yang wajar. Namun, apabila tubuh terasa lelah secara terus-menerus atau muncul berbagai keluhan fisik ketika sedang menghadapi tekanan kerja, kondisi tersebut perlu diperhatikan.
Stres dapat memengaruhi tubuh dan menimbulkan berbagai respons fisik. Beberapa orang dapat mengalami sakit kepala, ketegangan otot, gangguan pencernaan, atau merasa tidak memiliki energi untuk menjalani aktivitas.
Keluhan fisik tidak selalu disebabkan oleh stres. Namun, apabila keluhan sering muncul bersamaan dengan periode tekanan yang tinggi, ada baiknya mulai memperhatikan kondisi tubuh dan mencari tahu faktor yang mungkin memengaruhinya. - Konsentrasi dan Kemampuan Menyelesaikan Pekerjaan Menurun
Pernah merasa sulit berkonsentrasi ketika pekerjaan sedang menumpuk?
Stres dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk berkonsentrasi, mengingat informasi, maupun mengambil keputusan. Akibatnya, pekerjaan yang biasanya dapat diselesaikan dengan mudah terasa lebih sulit atau membutuhkan waktu lebih lama.
Beberapa tanda yang mungkin muncul antara lain:
- Lebih sering kehilangan fokus
- Mudah lupa terhadap pekerjaan atau informasi tertentu
- Sulit menentukan prioritas
- Lebih sering melakukan kesalahan
- Membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan tugas. - Emosi Menjadi Lebih Mudah Berubah
Stres juga dapat memengaruhi cara seseorang merespons situasi sehari-hari. Ketika tekanan meningkat, seseorang mungkin menjadi lebih mudah marah, tersinggung, cemas, frustrasi, atau merasa kewalahan. Hal-hal kecil yang biasanya dapat dihadapi dengan tenang pun dapat terasa lebih berat.
Perubahan emosi sesekali merupakan hal yang normal. Namun, apabila perubahan tersebut berlangsung lebih sering atau mulai memengaruhi hubungan dengan rekan kerja, keluarga, maupun orang-orang terdekat, penting untuk tidak mengabaikannya. - Pola Tidur Mulai Terganggu
Pikiran mengenai pekerjaan terkadang masih terbawa hingga waktu istirahat. Ketika terjadi terus-menerus, hal ini dapat memengaruhi kualitas tidur.
Beberapa orang mungkin mengalami kesulitan untuk tidur, sering terbangun pada malam hari, atau merasa tidak segar ketika bangun di pagi hari. Sebagian lainnya justru merasa membutuhkan waktu tidur yang lebih banyak tetapi tetap merasa lelah.
Tidur yang berkualitas penting bagi tubuh dan pikiran untuk memulihkan diri. Karena itu, perubahan pola tidur yang berlangsung terus-menerus perlu menjadi perhatian. - Mulai Menarik Diri atau Kehilangan Minat
Stres yang berkepanjangan tidak hanya memengaruhi pekerjaan, tetapi juga dapat memengaruhi aktivitas di luar pekerjaan.
Anda mungkin mulai kehilangan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai, enggan bertemu dengan orang lain, atau lebih sering memilih untuk menyendiri setelah bekerja.
Di lingkungan kerja, kondisi ini juga dapat terlihat dari meningkatnya kecenderungan untuk menunda pekerjaan, menghindari interaksi dengan rekan kerja, atau merasa tidak memiliki energi untuk terlibat dalam aktivitas yang sebelumnya dapat dijalani dengan baik.
Jika perubahan tersebut berlangsung cukup lama dan mulai memengaruhi kehidupan sehari-hari, kondisi ini sebaiknya tidak dianggap sebagai sekadar "sedang tidak mood".
- Berikan waktu yang cukup untuk beristirahat dan memulihkan diri.
- Tetapkan prioritas pekerjaan dan hindari mengambil beban di luar kemampuan apabila memungkinkan.
- Jaga pola tidur, aktivitas fisik, dan pola makan yang baik.
- Luangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan di luar pekerjaan.
- Bicarakan kondisi yang dialami dengan orang yang dipercaya.
- Jika memungkinkan, komunikasikan beban atau kendala pekerjaan kepada atasan.
Perlu Diingat
Mengalami satu atau beberapa tanda di atas tidak secara otomatis berarti seseorang mengalami gangguan kesehatan mental. Stres merupakan respons yang dapat dialami siapa saja dan tingkat keparahannya dapat berbeda pada setiap individu.
Namun, apabila keluhan berlangsung terus-menerus, semakin berat, atau mulai mengganggu pekerjaan, hubungan sosial, maupun aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional.
Mencari bantuan bukan berarti seseorang tidak mampu menghadapi masalah. Justru, mengenali kapan membutuhkan dukungan merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan diri.
Tidak ada aturan bahwa seseorang harus menunggu sampai kondisinya menjadi sangat berat sebelum berkonsultasi dengan psikolog.
Jika tekanan yang dirasakan mulai sulit dikelola, mengganggu aktivitas sehari-hari, atau membuat Anda merasa kesulitan menjalani rutinitas seperti biasanya, konsultasi dengan psikolog dapat menjadi salah satu pilihan.
Psikolog dapat membantu memahami faktor yang mungkin berkontribusi terhadap tekanan yang dialami dan membantu mengembangkan strategi yang sesuai untuk menghadapinya.
Menjaga Kesehatan Mental Dimulai dari Mengenali Perubahan Diri
Stres merupakan bagian dari kehidupan dan tidak selalu dapat dihindari. Yang penting adalah mengenali ketika tekanan mulai memberikan dampak terhadap tubuh, pikiran, emosi, maupun keseharian.
Semakin dini perubahan tersebut disadari, semakin cepat pula langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesejahteraan diri.
Jika Anda membutuhkan ruang untuk memahami kondisi yang sedang dialami, Medika Plaza menyediakan layanan konsultasi psikologi bersama tenaga profesional untuk mendukung kesehatan mental sebagai bagian dari kesehatan secara menyeluruh.
Artikel ini bertujuan memberikan informasi dan edukasi mengenai kesehatan. Informasi yang disampaikan tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk mendiagnosis suatu kondisi maupun menggantikan konsultasi langsung dengan tenaga profesional. Apabila Anda mengalami keluhan yang menetap atau mengganggu aktivitas sehari-hari, konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang kompeten.
Referensi
- International Labour Organization & World Health Organization. (2022). Mental Health at Work: Policy Brief. Geneva: ILO.
- World Health Organization. (2022). WHO Guidelines on Mental Health at Work. Geneva: World Health Organization.
- World Health Organization. (2024). Mental health at work.