bootstrap web design software download

MENJAGA KESEHATAN DI BULAN PUASA

Begini Cara Jaga Kesehatan Selama Puasa

Umat muslim yang mampu secara fisik diwajibkan berpuasa saat Ramadan tiba. Selain dijanjikan berlimpah pahala, kegiatan berpuasa memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh. Dengan berpuasa, tubuh dapat mengistirahatkan saluran pencernaan, hormon, enzim, hingga organ-organ tubuh lain yang biasanya difungsikan secara terus-menerus pada hari biasa. 

Saat melaksanakan puasa, perlu persiapan-persiapan supaya kesehatan tubuh tidak terganggu. Keluhan kesehatan yang kerap muncul saat berpuasa adalah dehidrasi dan sembelit akibat kurang asupan serat, air, dan terlalu banyak mengonsumsi makanan berminyak.

Agar puasa bisa berjalan lancar dan tubuh tetap sehat, Anda bisa menerapkan beberapa saran berikut ini:

Pertama, mengonsumsi banyak sayur-sayuran dan buah-buahan. Selain mengandung vitamin dan mineral, buah dan sayur mengandung unsur karbohidrat kompleks sehingga rasa kenyang akan bertahan lebih lama. Pilih buah dan sayur yang mengandung serat, mudah dicerna dan mengandung kadar gula (buah manis) seperti pisang, apel, pepaya, melon, anggur dan lain sebagainya.

Kedua, memperhatikan kebutuhan cairan tubuh. Secara umum, tubuh memerlukan 1,5 liter sampai 2 liter konsumsi air per hari. Pengaturan asupan air pada saat berpuasa perlu dilakukan sesuai aktivitas yang dijalani. Minumlah teratur di malam hari dan saat sahur guna membantu tubuh terhindar dari dehidrasi. 

Ketiga, pilih makanan mengandung karbohidrat kompleks, seperti beras merah, gandum, oat, dan beras hitam membuat kenyang lebih lama. Hindari mengkonsumsi karbohidrat sederhana karena akan dipecah sangat cepat oleh tubuh untuk digunakan sebagai energi. 

Keempat, sementara hindari atau kurangi konsumsi minuman kafein saat melaksanakan puasa. Kafein bersifat diuretik yang membuat tubuh lebih sering terpancing untuk buang air kecil. Hal tersebut membuat cairan dalam tubuh cepat hilang. 

Kelima, aturlah pola tidur. Pada saat berpuasa membuat pola tidur berubah. Perubahan ini terjadi karena waktu tidur terpotong oleh sahur. Atur pola istirahat dengan mengawalkan waktu tidur, contohnya, bisa memilih waktu tidur sesudah waktu salat tarawih, hindari begadang. Kurang tidur dapat memengaruhi kinerja otak dan dapat menyebabkan sejumlah penyakit dalam jangka panjang.

Terakhir, berbukalah dengan bijak. Saat waktu buka puasa tiba, jangan makan dengan porsi berlebihan. Dianjurkan buka diawali dengan makan buah kurma dan minuman yang manis seperti susu, jus buah, atau bisa sekadar air mineral. Setelah salat magrib, bisa melanjutkan berbuka dengan menyantap hidangan utama. Menu berbuka penting mengandung karbohidrat, protein, sayur dan buah-buahan.

Dengan menjalankan beberapa anjuran tersebut, mudah-mudahan siapa saja bisa lancar melaksanakan puasa tanpa menemukan kendala dan keluhan kesehatan yang tidak diinginkan.

Sumber foto: Repro/drtaylorwallace.com


PENYAKIT JANTUNG KORONER

Penyakit jantung koroner akut adalah suatu kondisi terjadi pengurangan aliran darah ke jantung secara mendadak. Beberapa gejala adalah tekanan di dada seperti serangan jantung, sesak saat sedang beristirahat atau melakukan aktivitas fisik ringan, keringat yang berlebihan secara tiba-tiba (diaforesis), muntah, mual, nyeri di bagian tubuh lain seperti lengan kiri atau rahang, dan jantung yang berhenti mendadak (cardiac arrest).

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit jantung koroner akut adalah merokok, tekanan darah tinggi (hipertensi), hiperlipidemia, diabetes melitus, aktifitas fisik, tekanan mental (depresi) dan obesitas. Penyakit jantung coroner ini lebih sering ditemukan pada pria berusia lebih dari 45 tahun dan wanita lebih dari 55 tahun. 

Penyakit jantung koroner ini sering disebabkan adanya penumpukan plak di pembuluh darah arteri (ateroskleoris koroner). Plak yang terdiri dari lemak akan menyumbat pembuluh arteri sehingga darah sulit mengalir. Akibatnya, jantung tidak dapat memompa darah kaya oksigen ke seluruh tubuh. Sebagian besar penyakit jantung koroner akut diakibatkan permukaan plak di arteri pecah dan menyebabkan pembentukan bekuan darah. Adanya penumpukan plak dan bekuan darah tersebut akan membatasi jumlah darah yang mengalir ke otot jantung dan menyebabkan sindrom tersebut.

Pasien dengan gejala penyakit jantung koroner akut akan mendapatkan pemeriksaan darah untuk melihat apakah keadaan sel jantung dan elektrokardiogram (EKG atau ECG) untuk melihat aktivitas elektris jantung. Jika kedua pemeriksaan tersebut menunjukkan adanya hambatan aliran darah ke jantung maka dokter akan membuka arteri pasien secepatnya. Umumnya, pasien yang mendapatkan penanganan berupa pembukaan arteri dalam empat jam setelah gejala terjadi, akan dapat pulih dengan cepat. Selain pemberian obat untuk melarutkan bekuan darah, pasien juga akan mendapatkan perlakuan yang disebut angioplasty (dokter membuka arteri dengan mengembangkan sebuah balon kecil). 

Bagaimana melakukan pencegahan terhadap serangan penyakit jantung coroner antara lain : 

  1. Melakukan Medical Chek Up, pemeriksaan angiogram dan kolesterol 
  2. Menurunkan kolesterol total dan trigliseride
  3. Olah raga secara teratur
  4. Berhenti merokok
  5. Menggunakan aspirin dosis rendah
  6. Mengurangi konsumsi makanan yang berlemak
  7. Perbanyak konsumsi buah dan sayuran hijau

HEAD OFFICE
BELTWAY OFFICE PARK, TOWER C, 2nd Floor,
Jl. TB. Simatupang Kav. 41. Jakarta 12550
PHONE : +62 21 808 66 088
FAX : +62 21 808 66 089
mail: marketing@medikaplaza.com


MP - BELTWAY CLINIC
BELTWAY OFFICE PARK, ANNEX BUILDING, Ground Floor, Jl. TB. Simatupang Kav. 41. Jakarta 12550
PHONE : +62 021 808 66 099
FAX : +62 21 808 66 098


MP - WTC 2 CLINIC
World Trade Center 2, Lower Ground Floor,
Jl. Jend. Sudirman, Kav. 29 Jakarta 12920
PHONE : +62 21 295 22 611
FAX : +62 21 295 22 610


24/7  HELPLINE 1500 918  
or
+62 21 8086 6000 

Thanks for filling out form!